Showing posts with label Random. Show all posts
Showing posts with label Random. Show all posts

Monday, April 20, 2015

Perkembangan bayi umur 1 bulan

Sebelumnya aku menulis tentang pengalaman melahirkan di Ceko, Eropa tengah di sini dan sini.

Setelah 4 hari menginap di rumah sakit, akhirnya aku bisa pulang dan membawa bayiku ke rumah. Sebelum pulang kami wajib memberi tahu Dokter Spesialis Anak (DSA) kami dan memberikan kontak DSA ke pihak rumah sakit. 

Kami sebenarnya agak terlambat mencari DSA untuk bayi kami, karena waktu itu tidak tahu kalau di Ceko setiap anak harus mempunyai dokter pribadi dan biasanya orang tua mencari DSA jauh hari sebelum si bayi lahir. Kalau mendadak, bisa jadi seperti kami, ditolak DSA yang diinginkan karena jadwalnya sudah penuh. Untuknya dokter tersebut merekomendasikan dokter lain yang juga sangat fasih bahasa Inggrisnya yaitu MUDr. Denisa Mendelová (http://www.dsarnika.cz/).

DSA kami memberitahu perawatan harian dan daftar obat-obatan bayi yang sebaiknya dimiliki.

Obat untuk bayi yang sebaiknya tersedia di rumah:
- Krem untuk kulit kering
- Obat tetes mata bayi
- Minyak zaitun
- Alkohol 60%
- Obat tetes kalau bayi sakit perut
- Cairan pembersih hidung bayi
- Alat penyedot lendir hidung bayi
- Vitamin D (Karena di negara sub tropis sinar mataharinya tidak sebanyak di negara tropis)

Bayi di Ceko tidak perlu mandi setiap hari, cukup 3 hari sekali, karena kalau terlalu sering bisa membuat kulit bayi kering.





Sebelum memakaikan baju ganti, perawatan hariannya adalah:
- Membersihkan bagian tali pusar dengan alkohol 60%
- Mengoles minyak zaitun ke bagian lipatan seperti selangkangan dan ketiak
- Membersihkan sela-sela jari kaki dan tangan 
- Membersihkan bagian luar hidung dan telinga
- Mengoleskan krem ke badan agar tidak kering


Perkembangan bayi umur 1 bulan banyak terdapat di internet, tapi disini aku ingin menulis perkembangan yang aku lihat sendiri dari bayiku :)

- Matanya mulai membuka lebih lebar. Sekitar minggu ke 3 pandangannya mulai fokus dan bisa mengikuti gerak objek yang sedang dilihat. 
- Kalau menyusu mulai melihat ke wajah ibunya sekitar minggu ke 2. Sebelumnya pandangannya kosong dan hanya melihat ke depan.
- Sudah bisa mengeluarkan suara erangan pelan di minggu pertama, sebelumnya diam saja. Kalau kita mengganggunya ketika dia sedang menyusu maka dia akan mengerang pelan sebagai tanda protes. *Mendengar dia protes aku biasanya semakin senang untuk iseng mengganggunya dengan mencolek-colek badannya atau menggelitiki kakinya, hehehe*
- Mulai keluar air mata di akhir minggu ke 2. Ya, aku baru tahu lho kalau bayi baru lahir itu tidak bisa mengeluarkan air mata. Sekarang kalau menangis ada air mata yang keluar walaupun masih sedikit.
- Kalau sedang menyusu, kakinya mulai senang ia gerak-gerakan.
- Badannya bertambah berat. Waktu baru lahir bisa digendong dan disusui dengan satu tangan dalam waktu yang lama, sekarang baru sebentar saja sudah pegal.
- Mulai tumbuh bulu mata dan alis yang mana sebelumnya botak. :D

Rasanya tidak sabar melihat perkembangannya lebih lanjut. Pengen cepat-cepat si bayi bisa kasih respon karena sekarang kalau kita 'cilukba' dia belum kasih respon apa-apa.

Baca juga: 

Sunday, April 12, 2015

Menginap di Rumah Sakit Pasca Melahirkan di Ceko, Eropa

     Sebelumnya aku sudah menulis tentang pengalaman melahirkan di Brno, Ceko, Eropa di sini ('Pengalaman melahirkan di Ceko, Eropa').

      Setelah melahirkan aku disuruh makan, mandi, kemudian pindah ke ruang rawat untuk menginap. Disini biasanya untuk lahirkan normal menginap di rumah sakit selama 3 hari, sedangkan untuk caesar  menginap selama 5 hari sampai seminggu.       

      Saat itu aku ditempatkan di ruangan standar yang berisi 3 tempat tidur, tapi belum ada pasien yang lain. Karena merasa sepi aku bertanya apakah suamiku boleh ikut menginap, sayangnya tidak boleh. Kami bertanya kalau pindah ke ruangan VIP yang hanya untuk 1 orang apakah suamiku boleh menginap, tapi sama saja, tetap tidak boleh. Jadi aku tetap memutuskan berada di ruangan standar, paling tidak nanti kalau ada pasien lain, aku jadi tidak kesepian. 

      Suami dan ibuku pulang ke rumah. Aku rasanya letih sekali dan ingin tidur. Tiba-tiba suster datang bertanya apakah bayiku mau diantar sekarang. Aku mengiyakan saja, aku pikir aku ingin melihat bayiku sebentar lalu aku antar lagi ke ruangan bayi. 

      Bayiku diantar ke kamar dengan menggunakan box beroda. Dia sedang tertidur, imut sekali. Aku menatap lama makhluk kecil yang asing ini. Tiba-tiba dia bersin. Hm, sepertinya kedinginan. Baru akan aku gendong, dia menangis. Gawat! Aku tidak pernah dan tidak tahu cara mengurus bayi!!!!!! 

Bayi ditaruh di dalam box plastik bening
Buru-buru aku taruh lagi di box tapi dia tetap menangis. Akhirnya aku memanggil suster. Tapi dengan santainya suster berkata kalau bayi menangis itu sudah biasa, supaya diam aku harus mengecek popoknya atau menyusuinya. Tapi aku bingung karena air susu belum keluar. Suster menyemangati sambil berkata kalau itu wajar, walaupun ASI belum keluar tetap harus disusui. Selain itu aku harus banyak minum air agar air susu cepat keluar. Aku coba menyusui seperti teori yang budeku pernah ajarkan. 

      Malamnya sewaktu tidur aku pindahkan bayiku ke tempat tidur, karena kalau tidur di box sepertinya dia kedinginan karena terus bersin. 

      Tengah malam ada pasien lain yang masuk menempati tempat tidur di ruangan yang sama denganku. Pasien itu sepertinya gelisah dan tidak bisa tidur karena aku terus mendengar tempat tidurnya yang terus berderik-derik. Apalagi ditambah bayiku yang mulai menangis menjelang subuh. Aku khawatir bayiku mengganggu tidur pasien itu. 

      Aku pikir kasihan juga pasien itu pasti dia juga sedang sakit dan ingin istirahat tapi tidak bisa tidur karena terganggu suara tangisan. Jadi aku memutuskan untuk menaruh bayiku ke ruangan bayi, nanti kalau waktu menyusui aku yang akan ke ruangan bayi. 

      Aku kembali menaruh bayiku ke dalam box dan membawanya ke ruangan bayi di lantai yang berbeda. Sampai disana, aku memanggil suster dan menyampaikan alasan menitipkan bayi. Tapi ditolak oleh suster. Suster itu bertanya apa pasien yang lain itu tidak ada bayinya? Aku bilang tidak ada. Suster berkata setiap bayi harus diurus oleh ibunya sendiri dan tidak usah memperdulikan tangisan bayi akan mengganggu pasien yang lain. Akhirnya aku kembali membawa bayiku ke kamar. Ternyata disini tidak ada ruangan bayi tersendiri seperti di Indonesia dan bayanganku. Bayi yang dirawat di ruangan bayi hanya bayi yang memiliki masalah tertentu saja. 

      Pagi harinya pasien itu keluar dari kamar, entah pindah ke kamar lain atau keluar dari rumah sakit. Aku sendiri lagi, tapi bersyukur karena bayiku bisa menangis tanpa aku khawatir menganggu pasien yang lain. 

      Hari ke dua aku diajarkan mengganti diaper karena bayi mulai mengeluarkan mekonium. Setiap siang hari aku merasa senang karena ibuku dan suamiku datang berkunjung, walaupun waktu kunjungannya juga cuma sebentar sekali, hanya mulai dari jam 2 siang sampai jam 6 sore.

      Menjelang malam, ada pasien lain yang menempati tempat tidur di ruanganku. Bahasa Inggrisnya cukup bagus. Untunglah! Dia juga yang banyak membantu menerjemahkan perkataan suster untukku. Malam hari bayi pasien itu diantar ke kamar. 

      Malamnya kami sibuk masing-masing mengurus bayi kami. Ganti diaper dan menyusui. Aku rasanya capai sekali, badan masih belum pulih, bawaan anemia yang kumat, bayi yang nangis - ganti diaper - disusui - terlelap - direbahin - nangis lagi berulang-ulang ditengah malam seperti sedang mengerjai ibunya. 

      Untungnya sekarang aku tidak ada perasaan khawatir tangisan bayiku akan menganggu pasien yang lain, toh bayi mereka juga menangis sama sering dan kencangnya. Baru saat itu aku mengerti kenapa suster bilang tidak usah khawatir dan bertanya pasien yang sebelumnya ada bayinya atau tidak. Tapi kenapa tidak ada bayinya ya?

      Di hari ke 2 di rumah sakit, pasien disuruh untuk mencatat waktu menyusui dan lama waktu menyusui. Catatan itu untuk melihat pola menyusui bayi dan apakah ada masalah dengan menyusui.

      Di hari ke 3, pasien disuruh untuk mencatat waktu menyusui, berat bayi sebelum dan sesudah menyusui, serta selisihnya. Ini untuk mengukur apakah ASI yang masuk ke bayi sudah cukup atau belum. Bayi berumur 2 hari sebaiknya diberi ASI 20 ml dalam rentang waktu 3~4 jam atau 10 ml dalam rentang waktu 2 jam. Dengan perkiraan 1 gram ASI adalah 1 ml. 

ASIku mulai keluar sedikit hari ke 2 malam hari. Waktu itu masih berupa cairan bewarna bening. Pada hari ke 3 baru mulai bewarna putih. 

      Hari ke 3 aku senang sekali karena besok aku bisa pulang ke rumah. Tapi ternyata malam harinya kata dokter yang mengecek bayiku, bayiku beratnya banyak berkurang sehingga keesokan hari masih belum boleh pulang. Dokter bertanya apakah aku ada masalah dengan menyusui. Aku bilang tidak ada tapi ASIku memang baru keluar hari ke 2 malam dan sepertinya aku ada salah menangkap intruksi salah seorang suster (Maklum, masalah bahasa) sehingga membatasi waktu menyusui si bayi. Dokter bilang biarkan bayi menyusui kapan dia mau selama yang dia mau. 

      Hari ke 4 aku semangat menyusui bayiku supaya cepat naik berat badannya walaupun aku masih kaku dalam menyusui dan masih merasa sakit. Ketika malamnya diperiksa, benar saja, berat badan bayiku naik banyak dan keesokan harinya aku sudah boleh pulang. Horeee!

      Selama di rumah sakit aku pesan makanan vegetarian. Asiknya menunya tidak hanya berupa potongan sayur seperti dalam bayanganku, tapi berupa makanan Ceko biasa yang rasanya lumayan enak. 

Makanan Ceko dengan daging vegetarian

Tuesday, April 7, 2015

Pengalaman melahirkan di Ceko, Eropa

*Tulisan berikut sedikit mengandung kata-kata yang agak vulgar, tidak ada maksud lain, hanya untuk memperjelas dan berbagi pengalaman 

      Memasuki minggu kehamilan ke-38 perasaan bercampur aduk, aku mulai tidak sabar bertemu dengan bocil (bos kecil) yang ada di perutku, tapi juga sibuk mengejar target-target selama hamil yang belum tercapai. Hehe, iya dong! Bukan hanya tiap awal tahun saja buat resolusi, aku juga membuat target apa yang harus aku lakukan dan capai selama hamil.

      Sebagai persiapan, aku mulai lebih rajin membaca pengalaman orang-orang tentang melahirkan. Banyak yang menulis kalau memasuki akhir trisemester ke tiga akan mulai terasa kontraksi palsu, yaitu perut terasa kencang untuk beberapa saat. Tapi aku bingung bagaimana rasanya 'kontraksi', karena rasanya aku belum merasa ada perasaan tidak nyaman dengan perutku, semuanya rasanya biasa saja.

      Hari perkiraan lahir (HPL) bayiku adalah tanggal 15 Maret 2015, tapi biasanya kebanyakan orang melahirkan lebih awal atau lebih lambat dari HPL. Untuk merangsang bayi agar cepat lahir, aku banyak berjalan-jalan, yah, sekalian menemani ibuku yang waktu itu datang untuk menemani aku lahiran sehingga beliau bisa melihat-lihat kota Brno dan Olomouc. 

      Tanggal 11 malam setelah buang air kecil, aku melihat bercak bewarna merah muda di tisu, aku masih bingung, apakah ini aku salah lihat atau benar sudah tanda akan melahirkan. Aku masih santai saja, karena perut masih belum terasa mulas-mulas. 

      Tapi setiap ke kamar mandi, lendir bewarna merahnya semakin jelas, tadinya bewarna merah muda, lama-lama menjadi merah lebih jelas. Aku tanya ibuku katanya itu termasuk tanda-tanda akan melahirkan. Aku juga tanya dengan teman Indonesia yang sama-sama tinggal di Brno, dia bilang sebentar lagi akan terasa kontraksi. 

      Aku masih santai saja dan tidur seperti biasa malamnya. Tapi beberapa lama setelah tidur aku mulai merasa perutku mulas, tapi masih bisa ditahan, dan aku juga tidak bangun dari tidur karena masih ngantuk sekali. Rasa mulas itu semakin lama semakin terasa sampai akhirnya jam 12 malam aku terbangun dari tidur. Setiap terasa mulas, aku mencatat waktunya, lalu kembali tidur. Masih 15 menit sekali. Begitu terus dan kami memutuskan untuk ke rumah sakit jam 7 pagi, saat itu kontraksi sudah terasa setiap 10 menit sekali. 

      Sebelum berangkat aku mandi dan bersiap-siap, tidak lupa makan untuk mengisi tenaga dengan mi instan rasa Bulgogi yang dibawakan oleh ibuku dari Indonesia. Di dalam taksi menuju ke rumah sakit, aku makan es krim.

      Kami menuju Fakultni Nemocnice Brno. Sampai di rumah sakit niatnya registrasi dulu, cek bukaan, dan nongkrong di cafe sambil menunggu bukaan lebih banyak. Tapi begitu cek sudah bukaan 2, suster langsung menyuruhku untuk bersiap masuk ke ruangan bersalin. Di Ceko, ruangan bersalin disebut dengan porodni box atau kalau diterjemahkan kasar menjadi kotak bersalin. Isinya ada tempat tidur yang bisa diatur, lemari baju, dan kamar mandi dengan shower. 

      Aku disuruh ganti baju rumah sakit dan menunggu pembukaan lebih banyak sambil duduk-duduk di bola senam. Setelah menunggu beberapa lama, suster mengecek pembukaanku lagi. Sayangnya pembukannya masih sama, pembukaan 2. Suster lalu membawakan air hangat yang tergantung seperti infus, lalu menyemprotkannya ke dalam pantat, tujuannya memancing kotoran dalam perut untuk keluar sehingga ruang di dalam perut lebih luas, pembukaan lebih cepat, dan bayi lebih mudah keluar. Setelah buang air besar, aku disuruh mandi dengan air hangat. Rasanya segar sekali, badan menjadi jauh lebih rileks. 

      Setelah itu aku dicek lagi, pembukaan menjadi bukaan 5. Saat itu kontraksi sudah mulai sering, mungkin sekitar 3 menit sekali. Suster memasang alat di perutku untuk mendeteksi detak jantung bayi.

      Aku disuruh menunggu lagi dan setelah beberapa lama suster kembali mengecek pembukaan, tapi masih tetap sama. Suster bertanya apakah aku ingin ketuban dipecahkan agar proses menjadi lebih cepat, aku mengiyakan. Mereka menggunting lapisan penutup air ketuban, tapi tidak terasa sakit. Setelah itu aku disuruh mandi air hangat lagi. Kalau mandi air hangat rasanya nyaman sekali, rasanya malas sekali kembali ke tempat tidur untuk melahirkan. Aku membayangkan mungkin enak sekali rasanya melahirkan dalam air hangat (water birth) dengan badan yang lebih santai. 

      Suster bertanya apakah aku mulai terasa ada tekanan dari perut seperti perasaan ingin buang air besar, aku bilang tidak. Tapi saat itu kontraksi rasanya sudah jauh lebih sering, kurang dari 1 menit sekali. Suster bertanya lagi apakah aku ingin memakai epidural, aku melirik ibuku, katanya beliau dulu tidak pakai, jadi aku bilang saja aku tidak perlu sambil meyakinkan diri dalam hati aku bisa melalui rasa sakit yang rasanya semakin menjadi-jadi ini. 

      Kontraksi semakin sering, mungkin 20 detik sekali. Rasanya sakit sekali, aku mulai tidak bisa berpikir. Teori yang yang sudah aku baca dan diajarkan oleh budeku pun mulai sulit untuk dilakukan. Harusnya tetap tenang dan diam, aku tidak tahan untuk tidak mengerang-erang. :( Suster terus berusaha menyemangati aku dan mengingatkan untuk menarik napas panjang dan berusaha menggembungkan perut agar bayi tetap mendapat oksigen. 

      Suster mengecek pembukaan lagi, katanya masih belum sempurna dan menyarankan untuk memakai epidural, selain untuk mengurangi rasa sakit, juga agar otot menjadi lebih lemas sehingga pembukaan cepat sempurna. Aku setuju saja, saat itu benar-benar sudah tidak bisa berpikir. 

      Datanglah dokter spesialis anastesi, menyuruhku untuk tidur meringkuk lalu menyuntikkan epidural ke sela tulang punggungku. Setelah beberapa lama rasa sakit bertambah disertai rasa ingin mengejan, tapi aku tahan, aku menunggu aba-aba dari suster. 

      Suster mengecek pembukaanku. Setelah dicek sempurna, aku diijikan untuk mengejan. Suster menyuruhku mengejan ketika kontraksi terasa dengan cara menarik napas dalam-dalam dengan mulut terbuka, lalu menutup mulut rapat-rapat dan mendorong kuat-kuat. Suster juga melakukan episotomi sambil terus mengontrol detak jantung bayi dengan alat yang ditempel ke perutku. Benar seperti yang budeku pernah bilang, episiotomi tidak terasa sakit lagi karena dorongan bayi membuat otot menjadi mati rasa seperti efek bius lokal. Setelah beberapa kali mengejan akhirnya jam 15:40 terdengar suara tangisan buah hati kami. Alhamdulillah.


      Bayi lalu ditaruh di atas perutku sebentar, lalu diukur berat dan panjangnya. Setelah itu lukaku dijahit dan aku disuruh mandi lalu pindah ke ruang rawat tempat menginap. 

      Hah fiuh, akhirnya merasakan juga perjuangan seorang ibu melahirkan. Tapi seperti yang orang-orang bilang, rasa sakitnya segera hilang setelah melihat anak kita lahir dengan selamat. :)


      Pengalaman menginap di rumah sakit Brno, Ceko, juga cukup menarik. Sepertinya berbeda dengan rumah sakit di Indonesia. Selengkapnya aku tulis di sini.

Wednesday, March 20, 2013

Jalan-jalan santai weekend

       Akhir pekan kemarin kami berjalan-jalan santai di sekitar Seoul city hall. 





Tuesday, September 25, 2012

Souvenir Indonesia - Murah Meriah~!

       Teman-teman mencari souvenir Indonesia yang murah meriah untuk diberikan ke teman Korea, dosen, professor, bos, atau untuk dibagikan di kelas/acara kebudayaan? Daripada bingung dan mahal pesan dari Indonesia, teman-teman bisa beli souvenir Indonesia dari kami.
       Selain harganya yang tidak mahal, untuk pembelian sampai dengan 31 Desember 2012, kami berikan diskon sebesar 10% ^_*


Dompet Batik Kotak - 1 set (5 pieces) - 3000 won




Kotak Lidi - 1 set (5 pieces) - 2500 won




Dompet Batik Lengkung- 1 set (5 pieces) - 3000 won




Dompet Lidi Lengkung- 1 set (5 pieces) - 2000 won

       Untuk pembelian sampai dengan 31 Desember 2012, kami berikan diskon sebesar 10% ^_*

Ketentuan:
1. Hanya melayani pembelian dan pengiriman di wilayah Korea Selatan.
2. Gambar di atas adalah contoh barang. Motif barang yang dikirimkan bisa berbeda dari gambar serta tidak dapat dipilih.
3. Biaya pengiriman 2.500 won. Untuk pemesanan diatas 25.000 won tidak dikenai biaya kirim.
4. Menerima pengembalian barang selama 2 minggu setelah tanggal pengiriman barang. Uang akan dikembalikan 100% (biaya pengiriman tidak dikembalikan).
5. Pemesanan serta pertanyaan untuk detail lebih jelas dapat menghubungi email primastutidewi@gmail.com atau telepon/sms ke 010 5830 1215.

Sunday, January 22, 2012

Sand Sculpture Festival in Indonesia


       Ketika masih di Korea aku bersemangat tinggi dan berapi-api sekali berniat menulis banyak hal tentang Indonesia, namun tiba-tiba niat itu surut dan malas menghantui, yang aku salahkan pada lemotnya Internet di Indonesia (atau di rumahku saja ya? -_-). Tapi setelah dipikir-pikir, harusnya aku menyalahkan diri yang menjadi malas, harusnya tidak kalah dengan keterbatasan yang ada. Bismillah, aku mau tetap rajin menulis.

       Yeehaa~ Kali ini aku ingin menulis tentang Sand Sculpture Festival (Festival patung pasir) yang diadakan di Sentul City pada tanggal 18 Desember 2011 sampai 28 Januari 2012, dan bertema "Wonders of Indonesia and Wonders World". Festival ini adalah festival patung pasir pertama di Indonesia dan digelar oleh Windmark Mendawai Indonesia. Untuk membuat patung pasir, pihak penyelenggara mengundang 22 orang pembuat patung dari 11 negara yaitu dari Amerika, Inggris, Ukraina, Belanda, Itali, Meksiko, Spanyol, Belgia, Cheko, Singapura dan Jepang. Pasirnya sendiri menggunakan 2400 ton pasir sungai dari Cilegon, yang katanya akan dikembalikan ketempal asal setelah festival selesai.

       Kalau melihat patung pasir, aku jadi ingat festival pasir yang sering diadakan di pantai Haeundae, Busan, Korea Selatan. Tapi festival di Sentul City ini aku rasa lebih keren karena selain menampilkan figur-figur internasional, namun juga figur-figur tradisional Indonesia. Uniknya figur-figur tradisional itu juga dibentuk patung pasir oleh orang asing yang tidak tahu budaya Indonesia, mereka hanya melihat contoh melalui foto dan membuat patung pasir itu dengan imajinasi mereka. Keren~












Tuesday, November 29, 2011

Aku dan Internet: Bersama XLangkah Lebih Maju


*postingan spesial untuk ini

       Internet semakin lama semakin dekat dengan keseharian kita. Dulu umumnya orang-orang menggunakan Internet hanya untuk mengakses data jarak jauh dan mengirim surat elektronik (e-mail), sekarang penggunaannya lebih dari itu. Mulai dari membaca berita, bermain game, promosi bisnis, membeli barang secara online, sampai-sampai mencari teman lama melalui jejaring sosial (Social Networking Service, SNS) seperti Facebook. Saking dekatnya dengan Internet, rasanya bukan komputer namanya kalau tidak terhubung dengan Internet. Ehehe, iya tidak?

       Aku sendiri merasakan sekali manfaat Internet dalam kehidupanku. Jadi kali ini aku ingin berbagi beberapa pengalaman menarik bagaimana si Internet ini membuat hidupku XLangkah lebih maju. :”)


Jauh di mata, dekat di hati, irit di kantong

       Internet sebagai media komunikasi yang memperpendek jarak benar-benar terasa sekali manfaatnya, terutama orang yang kondisinya jauh dari rumah. Misalnya seperti aku, pelajar yang sedang belajar di luar negeri, Korea Selatan. Internet memudahkan aku untuk bisa kontak dengan keluarga, saudara, dan teman-teman yang ada jauh di Indonesia. Berkomunikasi dengan surat memakan waktu lama. Berkomunikasi melalui telepon cukup mahal biayanya, apalagi untuk pelajar yang beasiswanya tidak banyak. Namun dengan adanya Internet, bisa dengan cepat mengirim email, chatting, dan video call dengan gratis. Tinggal pakai komputer dan Internet yang tersedia di kampus. Dengan begini pengaturan keuanganku jadi lebih irit dan XLangkah lebih maju. Biasanya kalau beli kartu telepon internasional diirit-irit untuk telepon eyang, karena beliau belum bisa dihubungi melalui Internet.

       Selain itu, dengan menggunakan Internet, aku bisa lebih mudah dan murah berkomunikasi dengan teman, terutama sesama teman-teman Indonesia yang ada di Korea. Bisa saling membantu melalui milis dan chatting, karena ketika baru datang biasanya belum punya telepon selular. Dengan begini kita tidak merasa kesepian dan sendirian. Bayangkan susahnya harus beradaptasi sendiri di negeri asing kalau tidak ada teman-teman yang membantu. Lucunya walaupun belum pernah bertemu langsung, kita bisa menjadi akrab karena sering berbincang melalui Internet. Aku bahkan pernah dikenal dan dipanggil dengan id Yahoo Messenger (YM)ku oleh salah seorang teman Indonesia ketika bertemu langsung.

       Internet juga memungkinkan untuk melakukan teleconference. Ingat sekali ketika masih menjadi pengurus Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (Perpika) wilayah III, kita mengadakan rapat untuk membahas rancangan acara melalui messenger. Walaupun terhalang jarak dan kesibukan masing-masing, tetap bisa berdiskusi, berorganisasi, dan mengembangkan diri.


Gudangnya informasi

       Manfaat Internet lainnya yang sangat terasa bagiku adalah banyak informasi yang bisa kita ambil dari Internet. Terutama aku yang belajar di negara asing yang bahasa utamanya bukan bahasa Inggris, seperti Korea.

       Aku ingat ketika awal-awal baru datang di Korea, bahasa Koreaku masih terbatas. Untuk berkomunikasi percakapan sehari-hari dengan teman-teman dan orang-orang di sekitar saja agak susah, apalagi mendengarkan pelajaran jurusan, teknik komputer, yang semuanya disampaikan dalam bahasa Korea. Jadi aku dituntut untuk bisa aktif mencari tambahan cara belajar yang lain. Setelah kelas, aku coba mengulang-ulang kembali dan belajar sendiri. Sayangnya buku-buku pelajaran yang ada kebanyakan tertulis dalam bahasa Korea. Kalaupun ada buku bahasa Inggris penjelasannya susah dimengerti. Sempat merasa iri dengan teman-teman yang kuliah di Indonesia, karena tidak ada hambatan bahasa dan punya buku-buku dan bahan pelajaran yang tertulis dalam bahasa Indonesia. Sempat juga merasa sedih dan khawatir tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

       Alhamdulillah dengan adanya Internet, aku bisa belajar sendiri dari website-website tutorial dan postingan orang-orang di blog atau di forum-forum maya, baik dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Jadi waktu itu, walaupun belum terlalu lancar berbahasa Korea, nilai-nilai pelajaranku tidak ketinggalan dari teman-teman Koreaku.


Internet, tempat share dan menambah teman

       Karena banyak ilmu yang aku dapat dari Internet, aku termotivasi untuk juga berbagi di Internet walaupun ilmu yang bisa aku bagi mungkin masih sedikit. Aku mulai membuat blog dan mengisinya dengan berbagai macam artikel dan cerita. Mulai dari postingan tentang pelajaran sampai pengalaman belajar di Korea. Mulai dari yang tidak penting sampai yang tidak penting banget, amit-amit, ehehe. Niatnya supaya menjadi memori untuk aku sendiri dan wawasan baru untuk teman-teman yang membaca. XLangkah lebih majunya tidak boleh sendirian dong, harus maju bersama-sama. :")

       Selain itu, hal paling berkesan yang lain adalah ketika aku pergi backpacking ke benua lain seorang diri. Awalnya ada rasa takut dan kesepian. Melalui Internet, aku bergabung dengan komunitas hospitality exchange, CouchSurfing. Dari situ aku mengontak beberapa anggota untuk menumpang inap dan mencari informasi. Bayangkan mengontak orang yang tidak kita kenal, belum pernah kita temui sebelumnya, serta berada jauh di belahan bumi yang lain, untuk menumpang di rumah mereka. Rasanya hampir mustahil sekali. Tapi alhamdulillah, dengan adanya Internet hal itu bisa terjadi. Jadi deh aku pergi bertualang, mendapat teman baru, diberi tumpangan gratis, ditemani jalan-jalan, dan kadang-kadang dijajanin. Tentunya aku XLangkah lebih maju dibandingkan teman-teman backpacker lain yang menginap di motel atau guest house. Sampai sekarang aku tetap kontak dengan mereka, juga melalui Internet tentunya.


       Itu tadi cerita-cerita tentang manfaat Internet yang paling berkesan buat aku. Tentunya masih banyak lagi manfaat yang lainnya. Ingin rasanya berterimakasih pada orang-orang yang ikut serta mengembangkan Internet dan isinya. Mulai dari tim peneliti di Advanced Research Projects Agency (ARPA), Tim Berners Lee yang mengembangkan World Wide Web (WWW), provider email-email gratis seperti Gmail dan Yahoo, orang-orang yang bekerja di mesin-mesin pencari seperti Google dan Bing, provider telekomunikasi seperti XL yang memungkinkan Internet bisa diakses tidak hanya lewat PC namun juga lewat hp misalnya, sampai abang-abang yang mengulur kabel supaya Internet bisa sampai ke rumah. Terimakasih sudah membuatku XLangkah lebih maju. Ayo kita manfaatkan Internet dan maju bersama-sama. :")


*balik lagi edit-edit thesis*

Wednesday, November 23, 2011

[PNU Arts Special 2011] Soprano


       Today I saw the PNU Arts Special again~! They presented solo Soprano performance by Son HyonHee whom invited by Departement of Music of PNU. I didn't have much interest in soprano performance, but after I saw it today, I changed my mind. It was really good! The singer must be a professional~ It must be hard to sing in that kind of voice.

       This is the video of the performance. Enjoy~ :")







Kartu Tahun Baru Cantik


       Hari ini, ketika mengirimkan sesuatu di kantor pos kampus, aku melihat ada kartu ucapan tahun baru 2012 yang cantik-cantik. Aku ingat janji untuk mengirimkan kartu pos khas Korea kepada seorang teman, jadilah aku pilih-pilih kartu pos yang paling cantik dan warna-warni.





       Pilihanku jatuh pada kartupos bergambar naga berwarna biru, karena warnanya yang paling colorful. Sibuk deh aku nulis-nulis pesannya di kertasnya, masukin amplop dan mengirimkannya.

       Melihat kartu-kartu tahun baru itu aku jadi sedikit kaget juga. Tidak terasa udah dipenghujung tahun, baik tahun hijriyah dan tahun masehi. Mulai ingat-ingat lagi target dan resolusi yang sudah dibuat, juga mulai mikir-mikir rencana tahun depan.

       Yah, semoga sisa tahun ini dan tahun depan, kita tetap sehat dan kuat seperti naga (karena tahun naga) juga berbahagia selalu seperti semaraknya kartu-kartu tahun baru itu. Amin :")

Monday, November 14, 2011

Minta Maaf


       Tidak harus menunggu lebaran untuk bilang:


Mohon maaf lahir dan batin
atas segala kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja.
Tetap istiqomah dan tetap semangat selalu~!!!




       *wink*

Pak Polisi Korea


       Hari Rabu tanggal 9 November kemarin, aku ikut pertemuan mahasiswa asing dan pak polisi dari Busan Metropolitan Police Agency divisi Foreign Affairs, Pak Kim Do Hyun. Waktu dapat pengumuman dari kampus tentang pertemuan dengan pak polisi, aku pikir acaranya akan resmi dan diisi dengan survei atau tanya jawab serius tentang kesulitan mahasiswa asing dan kriminal. Ternyata~ acaranya jauh dari yang resmi-resmi! Acaranya santai dan justru kita yang banyak bertanya kepada pak polisi ini. Lebih asiknya lagi, pak polisi ini bisa bahasa Indonesia!

       Untuk menemani berbincang-bincang, pak polisi mentraktir kami minuman. Aku pilih coklat panas. Hangat dan enak sih, tapi aku sedikit menyesal karena tidak memesan green tea latte. -ㅅ-



       Mahasiswa yang hadir ada yang dari Indonesia (aku, Ivan, Riska, Mbak Dini, Mbak Nelly, dan Ko Hendrik), Malaysia (Eva), Kyrgyzstan (Elyas), Uzbekistan (Ajimbek) dan Nepal (Samundra). Kita berbincang-bincang tentang banyak hal, mulai dari bisa atau tidak kita menjadi polisi Korea, apa saja syarat menjadi warga negara Korea, pengalaman pak polisi tinggal di luar negeri, bagaimana cara mendapat sim di Korea, masalah apa saja yang sering terjadi diantara orang asing yang tinggal di Korea dan lain-lain. Setelah itu pak polisi mentraktir teman-teman makan di restoran India di dekat kampus. :")

       Senang sekali rasanya ada pak polisi divisi yang menangani orang asing yang mau meluangkan waktunya untuk kenal dan berbincang-bincang santai dengan orang asing ataupun mahasiswa asing.






       Di Korea memang polisi dibuat kesan 'dekat dengan masyarakat' baik orang dewasa, orang lanjut usia bahkan anak-anak. Iconnya saja dibentuk karikatur yang lucu seperti gambar dibawah ini.


Gambar diambil dari Internet


       Selain itu banyak juga artikel di majalah atau koran serta program acara di tivi yang menceritakan ke pahlawanan pak polisi. Mulai dari menangkap kriminal, membantu anak-anak atau menghibur orang-orang tua dengan bernyanyi.



       Aku sendiri juga punya pengalaman sedikit lucu dengan polisi. Waktu sedang jalan-jalan ke Daegu, karena bosan lama menunggu bis, aku foto-foto saja pemandangan disekitar. Di dekat situ ada kantor polisi, jadi aku foto-foto saja kantor polisinya. (Foto dibawah ini) Ternyata para polisi itu melihat aku foto-foto kantornya. Kemudian salah satu dari mereka keluar dan panggil-panggil aku. "Hei~ kamu, sini-sini!" Dalam bahasa Korea. Aku mendekat ketakutan dan buru-buru menyembunyikan kamera. Takut dimarahi karena sembarangan foto-foto kantor polisi dan mobilnya.





       Ternyata pak polisinya malah bilang, "Kamu mau foto disini ya? Sini aku fotokan!" Dueeeng~! Kirain mau dimarahi, ternyata pak polisinya berbaik hati mau mengambilkan fotoku dengan latar belakang kantornya. Aku yang sebenarnya tidak mau foto, langsung pasang gaya saja. *grin*


Monday, November 7, 2011

Busan Mosque - Al-Fatah




Al-Fatah Mosque (Masjid Busan Al-Fatah)
30-1 Namsan-dong, Geumjong-gu, Busan

Imam Yaseer Lee
(Korean Imam who can speak Korea, English and Arabic)
Jum'ah prayer every Friday at 1 pm



       There is one big mosque in Busan which is located in Namsan-dong (남산동) but closer to Dusil subway station (두실역). The mosque location is actually very easy to reach but because they build more and more high building in that area, sometimes a little bit tricky to find. I will explain an easy way to get there with pictures. :")

1. First, just stop at Dusil subway station (station 128, line 1, orange line), and then go to the exit number 8.



2. Then just go straight.



3. You will pass a bus stop, but don't care! Just go straight. :")



4. Just continue walking straight. If you get the point as the picture below, you can see the upper part of the mosque in your right side. But, just go straight.



5. When you see a gas station in an intersection just like the picture below, then turn right.





6. Then just go straight until you see a Cappadocia Turkish restaurant on your right side. There is a small entrance beside the restaurant and you can go entering the mosque. :")




One won


       I didn't believe when one of my Indonesian friend said that she got one won money change from the bank. I mean one won coin is barely exist now, even Korean can hardly find it these days. So, I took the picture of the coin.



The picture of one won coin


       Anyway, I was very happy to see one won coin. A cute coin with a pattern of Korea national flower, Mugunghwa (무궁화), on its side and '1' on the other side.

Wednesday, November 2, 2011

Chinese zodiac and age


       The age is very important in some countries such as Korea. The seniority is very strong where we have to very very very respect the older or our senior. There are levels/strata in Korean language: very polite language, polite language, and language for friends or younger people than us. Therefore, sometimes it is important to know the age of a person that we are going to talk to.

       It is ok in Korea to ask the age to someone you just met. But, sometimes there is a time where you to shy to ask their exact age or when they were born. So, you can ask he/she indirectly by asking his/her Chinese zodiac(띠).

       If you know your own Chinese zodiac and remember the order this Chinese zodiac below, you can calculate the age difference between you and that person.





1. Rat (쥐띠)
2. Ox (소띠)
3. Tiger (범띠 / 호랑이띠)
4. Rabbit (토끼띠)
5. Dragon (용띠)
6. Snake (뱀띠)
7. Horse (말띠)
8. Sheep (양띠)
9. Monkey (원숭이띠)
10. Rooster (닭띠)
11. Dog (개띠)
12. Pig (돼지띠)

       Ok, let's make an example~! Supposed this year is 2011 and assume that you're born in 1983, so your Chinese zodiac is pig.


Si gigi kelinci took a pic in front of a rabbit warrior statue


       You want to know the exact age of the girl Si gigi kelinci in the picture. Supposed her Chinese zodiac is rabbit, because she took a pic in front of rabbit statue among the Chinese zodiac statue.

       Let's do the calculation! Pig is come 4 before the rabbit or 8 after the rabbit according to the Chinese zodiac order. So you can predict that her age is 4 (4+(12*0)) years old younger that you, 16 (4+(12*1)) years old younger than you, or maybe 8 (8+(12*0)) years older than you, 20 (8+(12*1)) years old older than you, 32 (8+(12*2)) years old older than you and so on. Just calculate the age difference plus multiplication of 12.

       Look the picture again! She may looks younger than you. So, we reduce the possibility in to 4 years old younger than you or 16 years old younger than you. If she 16 years old younger than you, that means she just only 12, but she looks older than 12. So, the answer is she just 4 years old younger than you, means she born in 1983 + 4 = 1987. What a simple assumption and calculation~!

       I don't believe the zodiac nor the zodiac has relation to someone characteristic or fate, but I sometimes use this method to ask someone age indirectly specially in Korea because almost all people know their own Chinese zodiac.

Flower : ]     part 2


       Setelah ngobrak-abrik album lama, aku menemukan koleksi foto-foto lama yang ternyata banyak juga foto-foto bunganya. Aku jadi ingin share di blog ini, supaya yang melihat hatinya juga ikut berbunga-bunga seperti aku ini yang tiap hari pacaran sama thesis. Syududupampam~ *grin* Enjoy~